17/02/11

Dahulu Internet, Internet Sekarang

Tahun 2001, senang rasanya ada koneksi internet masuk ke desaku yang berada di sebelah timur kota Yogyakarta, sering masyarakat menyebut sebagai daerah kekeringan tapi tentunya tidak pernah kebanjiran (hehehe). Dahulu, saya dan teman – teman mengayuh sepeda sejauh 5 km untuk menikmati layanan internet di salah satu STM kota Wonosari, Gunungkidul.  Saat itu, koneksi internetnya sangat lambat, entah berapa kecepatannya sampai sejam ataupun dua jam pun tidak terasa  memandang layar komputer dengan tabung besar itu. Sering kami kesana kembali selepas pulang sekolah dan makan siang untuk sekedar  main game dan berbrowsing ria hanya untuk berbangga pada teman SMP kalau kami bisa browsing dan surfing di internet. Waktu itu, kami tidak tahu arti kata browsing maupun surfing, yang penting adalah kata itu keren dan bisa dibanggakan kepada teman sekolah. Sejak saat itu hingga SMA, saya sering diajak teman–teman untuk mengajarkan kepada mereka bagaimana membuka google, membuat email, browsing, main game dan seterusnya dengan imbalan nge-net gratis tentunya.

Petualangan onlineku pun berlanjut hingga duduk di bangku perkuliahan. Sedih rasanya ketika pertama kali berpisah dengan keluargaku di kampung, meninggalkan kebiasaan rumah seperti sarapan pagi, minum teh pagi dan sore hari serta kebiasaan lainnya. Suasana ini menjadi pengalaman pertama ku kos di kota besar seperti Yogyakarta di sebuah gang kecil bernama Terban, Sleman. Sepi walaupun di tengah keramaian, tidak bisa makan enak walaupun banyak terhidang jajanan lezat di hadapanku, saya harus membiasakan diri dengan masakan selain ibu. Selama satu minggu, saya hanya di temani radio kecilku dan bergadang hingga tengah malam di salah satu warnet favoritku. Ya, internet adalah satu – satunya hiburan bagiku di kala pusing mengerjakan laporan kuliah dan mengisi waktu luang. Mungkin ini adalah pelarianku dari rumah, warnet sudah seperti kos kedua bagiku, yaitu tempat mencurahkan segalanya mulai chating dengan teman maya, main game online dari pagi hingga pagi lagi, dan tersandung juga hal negative seperti pornografi. Hampir 4 tahun berlalu, candu online masih melekat kuat dalam kehidupanku khususnya game online dan pornografi. Begitu lekatnya, sampai aktivitas onlineku pasti diawali dengan pornografi, ditengahi dengan main game dan diakhiri dengan pornografi. Candu online negative ini membuyarkan impianku untuk lulus cepat di salah satu Perguruan Tinggi negeri favorit di DIY. Saudara, sahabat, teman mayaku, semuanya menyemangatiku untuk segera lulus dan mencari kerja akan tetapi tidak pernah saya hiraukan. Hingga ada seorang teman yang sering mengajak shalat berjamaah di masjid fakultas,  membimbing agar mengikuti kegiatan keagamaan dan mengenalkan saya kepada komunitas kerohanian.

Semangat mulai berubah. Paradigma mulai terarah dan perlahan tapi pasti mempengaruhi semua aktivitas hidupku terutama aktivitas online. Kuliah pun semakin rajin, buku – buku di kamarku mulai berserakan, kertas – kertas hasil coretan kuliah menghias indah di sudut kamar kos dan komputerku pun terpasang internet karena rayuan mautku untuk memasang internet di setujui orang tua. Candu surfing kembali merasuk, dahaga informasi mulai kurasa, dan aktivitas onlineku semakin kaya akan informasi seperti menu masakan (saya suka memasak bila di kos), bisnis online, dakwah online, layanan download informasi, tulisan ilmiah dan masih banyak informasi penting yang langsung saya catat di notepad. Gaya onlineku semakin hari semakin berubah dan mulai saya tularkan kepada anak didikku (selama kuliah, saya pernah menjadi guru privat bagi adik – adik SD, SMP maupun SMA). Kesenangan berselancar online ku pun terpancar dalam setiap aktivitasku baik di dunia maya maupun nyata.

    Kini, aktivitas online saya memasuki tahap “komersial” dimana kebutuhan materi menjadi prioritas untuk menghidupi keluarga kecilku. Mulai berbisnis online dengan membuka jasa konsultan, membuat blog antivirus-entrepeneur ini, desain grafis, internet marketing dan tentu saja mengikuti pelbagai kompetisi online. Salah satu kompetisi yang saya ikuti sekarang adalah di http://www.bhinneka.com dengan hadiah HP Mini Note dan iPod Touch 8GB. Kunci dari dunia internet adalah rajin mencatat informasi penting di notepad (catatan) ke dalam folder yang sesuai dengan informasi yang kita dapatkan. Kekayaan informasi dari samudera internet yang sangat luas inilah dapat menunjang karir dan mengubah gaya hidup kita.

30/01/11

AVE Part I : Tiga Pilar Utama

Beberapa hari ini, alhamdulillah masih diberi kesibukan dan baru bisa meng-up date blog ini kembali.

Kali ini Antivirus Entrepreneur mengungkapkan tiga pilar utama dalam berwirausaha, apa itu?.
Yaitu : "Head, Heart, and Hand"


- Bekali dengan kecerdasan dan kreativitas di kepala kita

- Rasakan dengan hati usaha yang dijalankan penuh keikhlasan

- Berdoa dan Lakukan dengan tanganmu, NOW...

Pilar pertama dalam wirausaha adalah diri kita. Ya, kemampuan (apa yang ada di kepala) kita harus sesuai dengan yang kita sukai, senangi dan lakukan terus menerus. Berawal dari hal yang kita sukai, senangi akan membuat langkah kita semakin ringan dan melakukan terus menerus akan membuat kita semakin cerdas dalam menghadapi tantangan. Ingatlah bahwa pengalaman adalah guru yang bisa memperdalam ilmu kita dalam bentuk aplikasi nyata.

Pilar kedua adalah rasakan dengan hati segala usaha yang kita lakukan penuh dengan keikhlasan. Ikhlas berwirausaha karena niatan mulia kita untuk menghidupi keluarga, kita sendiri dan bermanfaat bagi orang lain. Sungguh cita - cita mulia dengan berwiruasaha, kita mampu menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.

Pilar ketiga, diawali dengan berdoa dan diakhiri dengan usaha (tangan kita). Ya lakukan sekarang usaha yang sudah kita rencanakan, jangan sampai menunggu.. Takut inilah, itulah,, saingan berat.. Ketakutan semacam inilah harus ditembus karena ketakutan bisa menjadi belenggu kronis yang menggerogoti semangat berwirausaha kita..

Sekian semoga bermanfaat...
Salam sukses

@Mc_choy

28/01/11

Antivirus Entrepreneur

Virus Entrepreneur mulai merasuki lintas generasi di negeri ini bahkan dunia. Salahkah virus ini??.
Tidak,.. sama sekali tidak salah. Lapangan pekerjaan yang sedikit membuat kita lebih kreative untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru sesuai dengan apa yang ingin kita tekuni. Berwirausaha adalah profesi unik seseorang untuk meraih salah satu pintu rejeki yang diturunkan Tuhan. Ya dengan berwirausahalah kita bisa menghitung gaji sendiri, mau mendapatkan berapa banyak dengan waktu masuk kerja bisa disesuaikan.

Apakah semua virus entrepreneur itu positive atau baik bagi para pemula?, hal inilah yang akan kita perbicangkan dengan bahasa sederhana, tulisan sedikit namun bermakna melalui blog ini. Pada dasarnya janganlah terlalu mengkhayal terlalu tinggi pada bisnis anda yang baru mulai atau baru pada taraf penulisan konsep bisnis. Hal ini hanya membuat anda mudah putus asa apabila menemui halang rintang yang terjal dan mudah larut dalam kegagalan demi kegagalan.

Prinsip utama dalam melangkah ke jenjang entrepreneur, yaitu tidak ada usaha yang bisa langsung berhasil dan sukses. Hal inilah yang harus ditanamkan dalam prinsip dasar seorang entreprenuer dan kegagalan hanyalah sebuah tingkatan kesulitan bukan suatu kehancuran.
Salam sukses
@Mc_Choy